in ,

Panduan Lengkap Cara Investasi Saham Pertama Kali

cara investasi saham

Saya akan berbagi pengalaman bagaimana cara investasi saham untuk pertama kali mulai dari awal hingga akhir. Tenang saja mulai mendatar untuk berinvestasi saham cukup mudah, namun prosedurnya memang sangat profesional setiap tahapan harus anda lakukan dengan lengkap dan hati-hati.

Saya rekomendasikan jika anda ingin serius berinvestasi atau jual beli saham mulai belajar langsung di bursa efek Jakarta ( https://www.idx.co.id/ ) di program yuk nabung saham. 

Dulu saya ikut sehari full di program Sekolah Pasar Modal, dari situ sebagai modal belajar selama kurang lebih 3-5 bulan baru saya mulai mencoba investasi di pasar modal.

5 Langkah Memulai Investasi Saham

  1. Mendaftar di Perusahaan Sekuritas
  2. Membuka Rekening Efek ( Rekening Dana Nasabah)
  3. Mendapatkan Akses Trading dari Sekuritas
  4. Download Aplikasi Trading Saham
  5. Mulai Beli Saham

1. Mendaftar di Perusahaan Sekuritas

Perusahaan sekuritas adalah perusahaan yang mempunyai lisensi khusus dengan Bursa Efek, perusahaan ini yang menjembatani antara investor dengan bursa. Proses transaksi jual beli saham nantinya akan melalui perusahaan sekuritas tersebut.

Sebagai contoh ada Minna Padi sekuritas, Mandiri Sekuritas.,Panin Sekuritas, dan masih banyak lagi yang terdaftar resmi di bursa Efek.

Sebaiknya anda benar-benar memilih yang paling bonafit apalagi sudah lama terdaftar dan bahkan sudah IPO, artinya perusahaan sekuritas tersebut sudah go public dan mempunyai saham di bursa.

Syarat dokumen mendaftar:

  • Formulir yang disediakan oleh Sekuritas
  • Formulir rekening efek yang disediakan Sekuritas
  • Fotokopi KTP/Passport
  • Fotokopi NPWP
  • Fotokopi Cover Buku Tabungan
  • Kartu Nama

2. Membuka Rekening Dana Nasabah ( Rekening Efek)

Ini adalah rekening khusus dimana uang di dalam rekening ini nantinya yang digunakan untuk jual beli saham. Anda bisa mendapatkan rekomendasi rekening yang bisa dipilih dari Perusahaan Sekuritas yang telah anda daftarkan sebelumnya.

Sebelum anda melakukan pembelian saham di bursa, anda harus mengisi saldo rekening efek tersebut dari rekening pribadi. Ketika anda menjual saham maka uang juga akan masuk ke rekening efek yang bisa ditransfer ke rekening pribadi.

Rekening ini hanya bisa khusus digunakan untuk jual beli di bursa saham, bukan seperti rekening debit pada umumnya.

3. Mendapatkan Akses Trading dari Sekuritas

Setelah anda beres mendaftar di perusahaan sekuritas, dan sudah mendaftar rekening efek, kurang lebih 3-5 hari kerja akan jadi dan dikirimkan ke akun email dan alamat yang didaftarkan.

Berisi akun akses untuk melakukan trading saham, atau jual beli di aplikasi yang disediakan oleh sekuritas tempat kamu mendaftar.

4. Download Aplikasi Trading Saham

Selanjutnya silahkan download aplikasi khusus, bisa di komputer, laptop, dan juga aplikasi android maupun iOs, tergantung perusahaan sekuritas anda seberapa maksimal dalam menyediakan aplikasi trader.

Anda bisa login dengan akun dan password yang telah dikirimkan, jangan lupa mengganti password agar lebih aman. Catat baik-baik pasword anda agar tidak ribet jika sampai lupa.

5. Mulai Beli Saham

Jika anda punya saldo di rekening efek, maka sudah bisa untuk melakukan transaksi beli saham. Anda bisa mengisi mulai dari RP 100.000 saja hingga tak terbatas.

Untuk istilah-istilah anda bisa belajar sambil jalan, dan tidak terlalu sulit. Biasanya dari perusahaan sekuritas anda juga siap membantu kapan saja jika ada anggotanya yang menanyakan.

1 kali beli minimal 1 lot atau 100 lembar, jika per lembar harganya 1.500 maka anda hanya butuh modal Rp 150.000 saja untuk bisa mendapatkan 1 lot saham, sangat mudah bukan?

Jika transaksi pembelian sukses maka akan tertera di portofolio saham yang anda beli dan juga ada dokumen yang dikirimkan melalui email.

Tips Membeli Saham Pertama Kali untuk Pemula

Pilih Perusahaan Blue Chip
Anda bisa cari tahu apa saja perusahaan Blue Chip, yaitu perusahaan yang sudah kuat dan dalam jangka panjang diprediksi akan terus meningkat stabil

Contoh: Unilever, Kalbe Farma, Mayora, Garuda Food, Sido Muncul, Adaro Energy

Nilai saham tetap bisa naik turun, namun saham Blue Chip dalam jangka panjang relatif grafiknya akan naik. Sehingga tidak akan ada resiko terlalu tinggi.

Lihat Perusahaannya
Dalam dunia saham, ini dinamakan analisis Fundamental, yaitu bagaimana nilai aset dan produk dari perusahaan yang anda pilih sahamnya.

Misalnya memilih Telkomsel, dengan melihat bahwa Telkomsel selalu akan dibutuhkan masyarakat dalam hal produk komunikasi, telekomunikasi dan internet. Begitu juga ketika anda menganalisa perusahaan lain.

Lihat Grafiknya dalam 6 Bulan
Lakukan Buy pada saat harga di tititk rata-rata terendah, dengan prediksi kedepannya grafiknya akan naik.

Bagaimana kapan waktu Sell ? kapan menurut anda paling untung dan saham ingin anda cairkan. Karena jika investasi tentu saja sifatnya ditahan dalam jangka waktu lama, kecuali anda ingin trading ( jual beli saham) untuk mendapatkan kuntungan dari trading.

Sekian, silahkan di share jika bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

rumah vs apartemen

11 Perbandingan, Antara Membeli Rumah vs Apartemen

oleh-oleh jakarta

9 Ide Oleh-Oleh dari Jakarta untuk Dibawa Pulang Kampung